Jumat, 24 Maret 2017

Harapan Baru

Lama tak kulihat senyum merekah indah diwajahnya. Namun, sore itu aku kembali bisa menikmati senyumannya yang mampu meluluhkan segenap ego. Manis sekali senyumnya hari itu. Seakan tahu jikalau aku sedang gundah gulana. Dengan lembut dia mulai menggandeng tanganku. Entah hendak kemana aku dibawanya. Tiap pertanyaan yang keluar dariku hanya dibalas dengan senyum. Hingga tibalah kami di suatu tempat yang bisa dikunjungi berdua.

Sore itu langit sedang cantik-cantiknya. Namun tak mampu menandingi keindahan senyumnya yang selalu kurindukan. Ah, kenapa aku begitu lemah dengan semua ini. Segala amarah, gundah, ego seakan runtuh tak bersisa dihantam gelombang senyumnya. Dia selalu tau cara mengembalikan semangatku, mewarnai hariku kembali. Binar matanya tak ubahnya pelangi setelah badai.

Sore makin terasa syahdu saat dia mulai membangkitkan lagi semangatku. Membakar kembali energi yang sempat padam. Ia selalu ada saat aku terjatuh. Ia selalu jadi yang pertama menguatkan. Semoga ia akan selalu selamanya.

Tiba-tiba aku dikagetkan suara lembut. "kita jadi kemana ini?". Seketika aku tersadar, rupanya aku masih ada diruang tamu rumahnya. Sedari tadi hanya terpukau bentuk senyumnya hingga tak terasa pikiran melayang. Segera kuraih tangannya dan kuajak menikmati sore.

Jumat, 24 Februari 2017

Senja Kala itu


Lama rasanya tak menengok blog ini. Mungkin terlalu banyak yang dikejar sehingga sejenak lupa mengunjungi. Mungkin juga terlalu terlena dengan apa yang ada. Hingga tak terasa senja telah datang kembali menyapa.

Senja itu indah menurut sebagian orang. Memudarnya sinar kuning mentari dan berangsur menjadi jingga merupakan hal yang menakjubkan memang. Namun, senja juga bisa menjadi kesedihan. Kesedihan yang teramat dalam tentunya. Karena, tak semua yang memudar indah itu menyenangkan. Ada kalanya sesuatu yang memudar itu mengupas kisah lama tentang sesorang yang perlahan menjauh meninggalkan.

Tak jauh beda dengan senja kala itu di Yogyakarta. Tempat yang akan selalu istimewa untuk siapa saja. Sore itu senja menyapa dengan anggun. Sinar jingganya seakan membuat hati ini hanyut ke dalam syahdu. Sepersekian waktu, pikiran melayang ke beberapa fase kehidupan terdahulu. Fase dimana menikmati senja dengan yang terkasih. Fase dimana senja menjadi salah satu hal yeng ditunggu. Namun saat ini senja hanyalah kejadian alam biasa tanpa ada kesan mendalam.

Jadi, kapan kamu mau menikmati senja bersamaku?. Sambil bercerita tentangku dan tentangmu seperti saat dulu?. Senjaku, aku rindu peluk hangatmu. Senjaku, aku rindu.