Jumat, 24 Februari 2017

Senja Kala itu


Lama rasanya tak menengok blog ini. Mungkin terlalu banyak yang dikejar sehingga sejenak lupa mengunjungi. Mungkin juga terlalu terlena dengan apa yang ada. Hingga tak terasa senja telah datang kembali menyapa.

Senja itu indah menurut sebagian orang. Memudarnya sinar kuning mentari dan berangsur menjadi jingga merupakan hal yang menakjubkan memang. Namun, senja juga bisa menjadi kesedihan. Kesedihan yang teramat dalam tentunya. Karena, tak semua yang memudar indah itu menyenangkan. Ada kalanya sesuatu yang memudar itu mengupas kisah lama tentang sesorang yang perlahan menjauh meninggalkan.

Tak jauh beda dengan senja kala itu di Yogyakarta. Tempat yang akan selalu istimewa untuk siapa saja. Sore itu senja menyapa dengan anggun. Sinar jingganya seakan membuat hati ini hanyut ke dalam syahdu. Sepersekian waktu, pikiran melayang ke beberapa fase kehidupan terdahulu. Fase dimana menikmati senja dengan yang terkasih. Fase dimana senja menjadi salah satu hal yeng ditunggu. Namun saat ini senja hanyalah kejadian alam biasa tanpa ada kesan mendalam.

Jadi, kapan kamu mau menikmati senja bersamaku?. Sambil bercerita tentangku dan tentangmu seperti saat dulu?. Senjaku, aku rindu peluk hangatmu. Senjaku, aku rindu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar